Puisi Absurd Nihil Identitas dari Pribumi Muda

Percikan Aspal dari Neraka


Untuk doa dan darah pada kepalan tangan
Mengejar binasa dan ajal
Cahaya hampa membakar langkah tak berjejak
Gali makam pikiran dan bersiap untuk akhiri nafas

Mungkin, kutukan yang semerbaknya berpadu
Lapisi muka dengan topeng, topeng berkilau absurd
Penutup qalbu, lihat deru tangis di bawah
Diracuni hidup hedonisme berhala

Air mata-air mata dari tanah surga
Diburu gelegar harta
Didekap wangi luka bvlgari
Kau adalah belati-belatiku

Sadap waktu dalam religiku
Menolak terkapar pada tanah surga
Jiwa yang perkasa kumandangkan resistensi
Suaranya akan bergema sampai sangkakala tiba

Untuk siapa perang ini? Katakan padaku hey!
Dobrak takdir yang terhibah
Lantangkan resistensi tanpa keringat dan darah
Genggam esensi dalam diri

Mana suaramu?!




Musthafin Be Fahmaziz
@afinmusthafin

0 komentar